Peningkatan Status AWAS level 4 untuk Gunung Agung diungkapkan oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) 23 september 2017.
Bali Sale Rental Property
Pantauan detikcom di Desa Rendang, Kabupaten Karangasem, Bali, Jumat (22/9/2017) pukul 00.15 WITa, antrean kendaraan bermotor roda empat maupun roda dua langsung mengular dari arah utara atau Desa Besakih. Antrean itu menjadi tonton warga yang masih bingung memilih evakuasi atau tidak.
TRIBUN-BALI.COM, AMLAPURA- Aktivitas magma Gunung Agung terus bergerak naik menuju ke permukaan. Berdasarkan pantauan pada Minggu (24/9/2017), aktivitas magma berada pada kedalaman 1-2 km di bawah puncak gunung. Pergerakan naik magma ini ditandai dengan makin meningkatnya intensitas gempa vulkanik dangkal.
Sejak pukul 00.00-12.00 Wita tercatat 332 kali gempa vulkanik dalam, 211 kali vulkanik dangkal dan 43 kali grmpa tektonik lokal. Mengenai kemungkinan erupsi tidak bisa dipastikan kapan terjadi.
Diperkirakan pengungsi di Klungkung telah mencapai lebih dari 1.600 orang dan akan terus bertama. Sementara untuk wilayah utara dari Gunung Agung, para pengungsi semakin bertambah sejak ditetapkan status awas.
Kepala PVMBG Kasbani menyatakan status Gunung Agung naik menjadi awas pada pukul 20.30 WITa. Status ini disusul dengan perluasa zona merah menjadi radius 9 Km dan zona sektoral ke arah utara, timur laut, tenggara, selatan dan barat daya sejauh 12 Km.
Pantauan Gunung Agung, Senin (25/9/2017) pagi dari PVMBG Pos Pengamatan Gunungapi Agung Kementrian ESDM, Desa Rendang masih diselimuti kabut tebal, awan mendung disertai hujan rintik.
Menurut Kepala PVMBG, Kasbani, cuaca seperti ini tidak hanya terjadi di seputaran kawasan Gunung Agung, tapi terjadi secara menyeluruh.
Bali Sale Rental Property
Pantauan detikcom di Desa Rendang, Kabupaten Karangasem, Bali, Jumat (22/9/2017) pukul 00.15 WITa, antrean kendaraan bermotor roda empat maupun roda dua langsung mengular dari arah utara atau Desa Besakih. Antrean itu menjadi tonton warga yang masih bingung memilih evakuasi atau tidak.
TRIBUN-BALI.COM, AMLAPURA- Aktivitas magma Gunung Agung terus bergerak naik menuju ke permukaan. Berdasarkan pantauan pada Minggu (24/9/2017), aktivitas magma berada pada kedalaman 1-2 km di bawah puncak gunung. Pergerakan naik magma ini ditandai dengan makin meningkatnya intensitas gempa vulkanik dangkal.
Sejak pukul 00.00-12.00 Wita tercatat 332 kali gempa vulkanik dalam, 211 kali vulkanik dangkal dan 43 kali grmpa tektonik lokal. Mengenai kemungkinan erupsi tidak bisa dipastikan kapan terjadi.
Diperkirakan pengungsi di Klungkung telah mencapai lebih dari 1.600 orang dan akan terus bertama. Sementara untuk wilayah utara dari Gunung Agung, para pengungsi semakin bertambah sejak ditetapkan status awas.
Kepala PVMBG Kasbani menyatakan status Gunung Agung naik menjadi awas pada pukul 20.30 WITa. Status ini disusul dengan perluasa zona merah menjadi radius 9 Km dan zona sektoral ke arah utara, timur laut, tenggara, selatan dan barat daya sejauh 12 Km.
Pantauan Gunung Agung, Senin (25/9/2017) pagi dari PVMBG Pos Pengamatan Gunungapi Agung Kementrian ESDM, Desa Rendang masih diselimuti kabut tebal, awan mendung disertai hujan rintik.
Menurut Kepala PVMBG, Kasbani, cuaca seperti ini tidak hanya terjadi di seputaran kawasan Gunung Agung, tapi terjadi secara menyeluruh.
Status AWAS level 4 untuk Gunung Agung
4/
5
Oleh
hendra
